Senin, 27 April 2009

SURAT SAYANG DARI ALLAH SWT

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun
hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur
kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini
atau kemarin ……

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja …….
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi
engkau terlalu sibuk ………

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian
AKU
Melihat engkau menggeerakkan kakimu. AKU berfikir
engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari
ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar
terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua
kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu
kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut
namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang
AKU
berikan, tetapi engkau tidak melakukannya …….
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau
akan
berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang
kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau
kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,
engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari
didepannya,
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara
yg
ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat
engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak
berbicara
kepadaKU ………

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir
untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap
hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau syukur dari
hatimu.

Keesokan harinya …… engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari
ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU
……..Tapi yang KU tunggu …….. tak kunjung tiba …… tak juga kau
menyapaKU.

Subuh …….. Dzuhur ……. Ashyar ……….
Magrib ……… Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU …..
tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a, dan tak
ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud
kepadaKU ……….

Apa salahKU padamu …… wahai UmmatKU?????
Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan,
harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang
KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat
kepadaKU ………… !!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon
perlindungan KU, bersujud menghadap KU …… Yang
selalu menyertaimu setiap saat ……..

Apakah kita memiliki cukup waktu untuk
mengirimkan surat ini kepada orang2
yang kita sayangi???
Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun
yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata......

thanks 2 Shasikirana for this article

Rabu, 22 April 2009

CIRI-CIRI IKHWAN (MUSLIM YANG BAIK)

cao5eb8t

saudaraku di jalan Allah ciri2 ikhwan sejati ini sengaja kita kelompokkan dalam versi muhasabah cinta,sebagai muhasabah bagi kita juga tentunya apakah kita bagian ikhwan yang dimaksud,semoga kita menjadi muslim terbaik,yang menjadi teladan bagi sekeliling kita,keberadaan kira menjadi ruh baru di lingkungan kita..semoga….

amin ya Allah.....

- mencintai Allah,Rosulnya dan jihad dijalanNya

- menundukkan pandangan dengan wanita yang tidak muhrim baginya

- sholatnya tepat waktu dan sholat lima waktu di mesjid

- senantiasa merindukan pertemuan mingguan/halaqoh

- tidak pacaran tapi PACARAN(pakai cara nikah)

- senantiasa menambah wawasan keislamannya

- waktu luangnya dipakai membaca al-quran

- tidak apatis dengan tetangga,atau orang yang belum mengenal dakwah

- tidak memanjangkan kumis,memanjangkan jenggotnya(meskipun sedikit) sebagai pelaksanaan sunah,tidak memakai cincin emas,dan baju sutra.

- menjaga hijab dengan wanita yang tidak muhrim baginya

- rajin menghafal al quran

- berprestasi di lingkungannya

- bila menjadi suami,ia menjadi qawwam yang baik kepada anak dan istrinya

- selalu terdepan menyambut seruan dakwah

- keikhlasan selalu menjadin kunci dalam beramal

- bila menjadi seorang guru dia menjadi tempat bertanya yang disenangi dan menjadi bengkel ruhi bagi binaanya

- sesibuk apapun 1 juz al qur’an senantiasa menemaninya dalam sehari

- berusaha selalu menambah pemahamannya dalam dakwah termasuk dakwah siyasi

- senantiasa berbaik sangka kepada saudara seiman

- bila menjadi ayah,ia menjadi orang terdekat bagi anak-anaknya.

- selalu tersenyum bila bertemu dengan saudara seiman

- minimal membina /mengajak orang kepada kebaikan

- menyayangi orangtuanya dan senantiasa mendoakan mereka

- membersihkan jiwanya dengan cara menikah

- selalu semangat mengikuti setiap agenda dakwah

- memandangnya mengingatkan kita pada Allah……….

sudah kah aku menjadi ikhwan sejati? atau sekedar numpang nama ikhwan? atau ikhwan ikhwannan?


images1

thanks 2 Akhwatfillah


MELUKIS WAJAH IBU...

Hari ini Ibu berulang tahun dan kali ini saya berjanji untuk tidak menangis, karena saya tahu bahwa Ibu bahagia dirumah ALLAH, dan saya tahu bahwa Ibu tidak sendiri disana, dan saya yakin bahwa Ibu melihat saya tumbuh dewasa meski raga Ibu tak ada disini, namun saya yakin Ibu mengenali saya jika suatu saat saya berpulang jua kerumah ALLAH dan bertemu dengan Ibu di syurga-NYA ALLAH kelak :)

Setiap kali pulang kerumah besar di tempat saya dilahirkan, hal pertama yang menyambut saya diruang tamu adalah lukisan besar sosok perempuan yang sangat cantik, duduk manis dengan rambut panjang yang bergelombang, matanya sendu meneduhkan setiap mata yang melihatnya, senyumnya menghidupkan setiap jiwa jiwa yang mendambakan kasih sayang, pembawaannya lembut bahkan sangat lembut membuat saya ingin sekali merasakan usapan tanggan lembut bidadari bernama Ibu ini mengusap usap kepala saya :) dan saya sangat sangat mencintai sosok Ibu yang saya pandangi di ruang tamu rumah besar kami di kampung :)

Wajah cantik di photo besar itu kini berpindah ke wajah saya, semua yang Ibu miliki kini saya miliki, bibir mungil Ibu pindah ke saya, warna kulit Ibu kini saya miliki, bahkan hidung ini sama persis dengan hidung yang ada di photo itu, saya tidak pernah mendengar suara Ibu tapi orang orang di sekitar saya mengatakan bahwa suara saya adalah suara merdu Ibu :) ah kini saya mengerti mengapa keluarga besar saya sangat menyayangi saya karena saya adalah titisan Ibu, lukisan wajah Ibu dan semua yang saya miliki adalah milik Ibu … Allah akbar, maha besar ALLAH yang telah mengambil dan menggantikan :)

Ibu saya datang dengan membawakan Ibu segenggam mawar dan air mawar, saya datang untuk membersihkan rumput liar di pusara Ibu dan saya datang untuk membersihkan nisan indah biru terlukis nama Ibu dengan tinta emas, dan saya datang bersimpuh disamping Ibu, menggelar tikar kecil dibawah pohon kamboja nan rindang, membuka surat Yasin dan terus berdoa dan maafkan saya jika akhirnya saya tidak mampu membendung sungai kecil diujung mata saya jatuh, menyentuh pipi saya hingga ke dagu dan jatuh membasahi baju koko saya …

Saya KANGEN Ibu ….

Ibu, terima kasih yah telah memberi saya kasih sayang selama sembilan bulan, terima kasih sudah bertukar napas dengan saya, dan terima kasih atas nama indah yang terus melekat disepanjang napas saya, ya ALLAH terimalah Ibu di sisiMU, dan bangunkan Ibu rumah di syurgaMU yang indah, gantilah darah yang deras mengalir ketika melahirkan saya dengan limpahan ampunanMU dan gantilah keringat yang mengucur ketika menghadirkan saya ke bumi ini dengan segala keindahan yang belum sempat Ibu miliki selama di bumi ini :) amin ya ALLAH…

Al Fatihah ….

thanks 2 Rinduku



1001 Malam (Arabian Night)

Tiada penulis yang lepas dari kematian
tetapi apa yang ditulis tangannya akan dibawa zaman,
Maka janganlah menulis apapun diatas kertas,
kecuali apa yang kau inginkan terbaca dihari kiamat....