Jumat, 02 November 2012

MELUKIS WAJAH IBU PART 2

SEDIH BACA INI :(

Bismillah .. Aku mempunyai pasangan hidup ...
Saat senang aku cari pasanganku ..
Saat sedih aku cari ibu ....

Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku ..
Saat gagal aku ceritakan pada ibu ...

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku ..
Saat sedih aku peluk erat ibuku ...

Saat liburan aku bawa pasanganku ..
Saat aku sibuk anak dianter ke rumah ibu ...

Saat sambut valentine slalu beri hadiah pada pasangan ..
Saat sambut hari ibu aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu" ...

Selalu aku ingat pasanganku ..
Selalu ibu yg ingat aku ...

Setiap saat aku akan telpon pasanganku ..
Kalau inget saja aku akan telpon ibu ...

Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku ..
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu ...

Renungkanlah ..:

"Kalau kau sudah gajian saat berkerja ...
sudahkah kau kirim uang untuk ibu ..?

Ibu tidak minta banyak... lima puluh ribu sebulan pun "cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya ........

Tapi kalau ibu sudah tiada ..........
Ibu aku RINDU....... AKU RIIINDDUU ... SANGAT RINDU ....

Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya dikala beliau sakit ....?
berapa banyak yang sanggup melap muntah ibunya .....?

berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya .....?
berapa banyak yang sanggup. membuang nanah dan membersihkan luka ibunya ..?

berapa banyak yang sanggup cuti kerja untuk menjaga ibunya yg sedang sakit ...?
Dan akhir sekali berapa banyak yang menshalati JENAZAH ibunya ......???????
 
Thanks to Strawberry & Shinichi

PERCAKAPAN SEPASANG MUDA MUDI

Cewek : Aku merasa tidak pantas untukmu
Cowok: Kenapa?
Cewek : Kamu dari kalangan
orang terpandang. Sedangkan aku ?
Cowok : Di Mata Allah, hanyalah
orang yang takwa yang dimuliakan.
Cewek : Kamu pintar, kamu juga
banyak yang suka.
Cowok : Banyak yang suka? Aku
tidak membutuhkan mereka. Aku hanya perlu pendamping dan
pembimbing untuk anak-anakku kelak.
Cewek : Aku juga tidak begitu paham ilmu Agama.
Cowok: Kita bisa belajar
mendalami bersama- sama nantinya.
Cewek : Aku tidak cantik seperti mereka.
Cowok : Allah malah lebih
menyukai wanita yang cantik akhlaknya.
Cewek: Kamu ini kenapa? Sudah aku katakan aku ini tidak pantas
untukmu. Kita ibarat bumi dan langit. Terlalu banyak perbedaan.
Cowok: Perbedaan akan
membuat kita saling melengkapi. Saling mengisi.
Cewek : Tidak. Kamu terlalu sempurna bagiku.
Cowok : Aku akan merasa sempurna jika kamu ada di sisiku.
Cewek : Cukuplah. Saya tidak mau dengar ucapanmu lagi.
Cowokk : Seribu bungapun
takkan mampu membuat kamu melunak juga?
Cewek : Temuilah Ayahku saja.
Itu lebih berharga bagiku dari pada
seribu bunga dan ungkapan cinta darimu.
...................

Kamis, 30 Juni 2011

BELAJAR DARI KEHILANGAN

Renungan dan nasehat ini terutama untuk diri saya pribadi.

Setiap manusia pasti pernah mengalami kehilangan dalam hidupnya entah itu berupa harta benda, teman, pasangan (suami-isteri), saudara atau bahkan pada akhirnya jiwanya.

Saya mencoba merenung, apakah kehilangan hanya sekedar sesuatu hal yang terjadi tanpa hikmah atau adakah sebuah pelajaran yang bisa ditarik ketika hal tersebut terjadi? Setelah merenung sejenak akhirnya saya merasa takjub dengan besarnya pelajaran yang dapat diambil dari kehilangan. Berikut adalah pelajaran-pelajaran yang dapat saya tarik dari kehilangan:

1. Mengajarkan bahwa dunia itu semu
Dunia itu fana. Alam materi yang saat ini kita rasakan tidaklah kekal. Harta, Jabatan, Usaha, Pasangan, Saudara, Semua. Hanya masalah waktu saja sebelum kehilangan itu terjadi. Betapa keras usaha kita untuk mempertahankannya suatu saat pasti akan juga hilang dari genggaman. Dengan menyadari dunia itu semu, sudah semestinya kita mengejar sesuatu yang kekal: Akhirat!

2. Mengajarkan tentang Siapa Pemilik Sejati
Kehilangan mengajarkan kepada kita bahwa apa-apa yang kita miliki sekarang ini sebenarnya bukanlah milik kita. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Dialah Pemilik semua yang ada di langit dan di bumi. Apa yang ada pada kita sekarang ini adalah titipan. Benar-benar titipan! Kalau itu milik kita, maka bukankah seharusnya kita dapat mempertahankannya agar ia tidak hilang?

Dengan menyadari bahwa semua yang ada pada kita adalah titipan (amanah) dari Allah maka ketika titipan tersebut diambil oleh Allah kita akan merasa lebih lapang dada.

3. Mengajarkan kita untuk bersyukur
Kadang kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu atau seseorang bagi diri kita ketika ia hilang. Namun apakah kita akan menunggu sampai sesuatu atau seseorang tersebut itu hilang untuk menyadari bahwasanya mereka begitu berarti? Itu pilihan kita masing-masing.

Selanjutnya, setelah kita menyadari akan berharganya sesuatu atau seseorang maka hendaknya kita bersyukur. Jika kita masih memiliki orangtua maka bersyukurlah dengan berbuat baik dan berbakti kepada keduanya. Jika kita masih memiliki saudara maka bersyukurlah dengan memperhatikannya. Jika kita masih memiliki anak maka bersyukurlah dengan merawat dan mendidiknya. Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan kita akan bisa terus bersama mereka.

Kemudian jika kita masih memiliki anggota tubuh yang lengkap maka bersyukurlah dengan menggunakannya untuk beramal baik pada setiap kesempatan. Cobalah untuk membayangkan jika besok kita kehilangan mata kita? kira-kira apa yang akan kita lakukan sekarang? Akankah kita berleha-leha atau menggunakannya untuk melihat hal-hal yang buruk atau sebaliknya? Mungkin ketika kita menjadi buta barulah kita akan berkata "seandainya aku masih bisa melihat sekarang maka aku pasti akan membaca Al Quran setiap hari walau satu ayat."

Dengan mengingat bahwa apa yang kita punyai tidak kekal maka kita (seharusnya) akan senantiasa bersyukur dengan berbagai cara selagi kita masih memilikinya.


4. Peringatan
Saya pernah membaca sebuah kisah nyata. Ada seseorang yang menabung untuk naik haji. Lalu, ketika uang sudah terkumpul cobaan datang. Ia ditawari oleh seseorang untuk menanamkan modal dalam suatu bidang usaha yang keuntungannya begitu menggiurkan. Akhirnya uang yang tadinya diniatkan untuk membiayai ongkos naik haji tersebut malah dipakainya untuk investasi. Karena ia berpikir jika nanti ia mendapat keuntungan dari usaha tersebut maka uangnya bisa dipakai juga untuk ongkos naik haji. Namun, tidak lama berselang usaha tersebut habis terbakar.

Jadi ternyata kehilangan juga bisa menjadi suatu peringatan akan kekhilafan yang kita lakukan.

5. Cobaan
Kehilangan tak jarang merupakan suatu cobaan yang dapat menghapuskan dosa-dosa jika kita bersabar.Tidaklah sekali-kali seorang mukmin tertimpa kesulitan, kecemasan, kepayahan, dan kesedihan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapuskan karenanya sebagian dari dosa-dosanya (HR. Bukhari dan Muslim)

Adakah pelajaran lain yang anda tangkap dari "sebuah kehilangan?"

thanks to Humanforest


1001 Malam (Arabian Night)

Tiada penulis yang lepas dari kematian
tetapi apa yang ditulis tangannya akan dibawa zaman,
Maka janganlah menulis apapun diatas kertas,
kecuali apa yang kau inginkan terbaca dihari kiamat....